Purse Seine Laut Jawa (Part 2)

Posted: July 10, 2008 in Fishing Science and Tech
Tags: , , , , , , , ,

Seperti halnya kapal-kapal ikan tradisional Indonesia, kapal purse seine yang beroperasi di Laut Jawa juga terbuat dari kayu. Ukurannya beragam dari yang paling kecil dengan 30 Gross Tonnage (GT) sampai dengan 200-250 GT. Pada awalnya kapal-kapal ikan jenis ini dibuat di Bagan Siapi-api, salah satu daerah penghasil ikan terkenal di Indonesia pada dekade 1980-an, sehingga dikenal juga dengan sebutan kapal bagan. Namun seiring perjalanan waktu, kini kebanyakan kapal-kapal tersebut dibuat di Batang, sebuah kota kecil sebelah timur Pekalongan. Banyak orang mengira bahawa kapal-kapal ini dibuat langsung di Pekalongan, tapi sesungguhnya Batang-lah yang menjadi pusat pembuatannya. Bahkan jika kapal tersebut dibuat di galangan kapal Pekalongan, maka pekerja dipastikan berasal dari Batang. Gw bisa jamin itu karena Praktek Kerja Lapangan gw dulu tentang proses pembuatan dan perbaikan kapal ikan di galangan traditional Batang. Gw menghabiskan waktu hampir 1 bulan untuk mengamati proses tersebut (ehm). Dulu sebelum membuat penelitian lapangan sebagai bahan skripsi, kami diwajibkan menjalankan Praktek Kerja Lapangan dan angkatan gw adalah yang terakhir kali mengalami hal tersebut. Intinya, mahasiswa jaman sekarang jauh lebih enak. Selain bisa langsung skripsi, masa kuliah juga bisa dipersingkat dengan adanya semester pendek (lho kok jadi ngomongin yang lain?).

Pada dasarnya kapal purse seine Pantura merupakan kapal purse seine type Skandinavia. Pada kapal jenis ini, ruang kemudi (Wheel House) terletak di bagian belakang kapal (buritan) sedangkan bagian depan (haluan) sampai ke bagian tengah diisi oleh palka-palka ikan yang jumlahnya bervariasi dari 8 buah sampai 18 buah tergantung ukuran kapal. Mesin utama terletak tepat di bagian bawah ruang kemudi berdampingan dengan mesin pembantu yang berfungsi sebagai generator untuk menyalakan lampu-lampu pemikat ikan. Ajaibnya mesin utama yang digunakan bukanlah marine engine yang khusus diperuntukan buat kapal ikan seperti caterpillar atau yanmar, tapi menggunakan mesin truck. Yap, betul banget, mesin truck. Biasanya kapal-kapal ini menggunakan mesin diesel Mitsubishi atau Nissan dengan kekuatan berkisar 120 – 300 PK . Hebatnya lagi, dengan bermodalkan mesin ini, kapal-kapal tersebut sanggup mengarungi Laut Jawa sampai dengan 40 hari !!!.

Mesin pembantu berjumlah 2 -3 buah berfungsi sebagai generator listrik untuk menyalakan lampu-lampu pemikat ikan berkekuatan tinggi. Jumlah lampu yang digunakan juga tergantung ukuran kapal. Umumnya berkisar antara 30 sampai 50 buah lampu dengan kekuatan 1000 watt per buahnya !!! Dengan kekuatannya tersebut, lampu-lampu ini sanggup menarik ikan-ikan yang bermukim di dasar perairan sekalipun. Setelah ikan yang terkumpul dianggap cukup, maka lampu seorang ABK akan diterjunkan ke laut membawa rakit kecil berisi lampu petromax dan secara bersamaan lampu-lampu berkekuatan tinggi di atas kapal akan dimatikan. Dengan demikian ikan-ikan yang terkumpul di sekita kapal akan terkonsentrasi mengikuti pergerakan rakit berisi 8-10 buah lampu petromax. Rakit kecil itulah yang menjadi titik pusat lingkaran jaring sehingga gerombolan ikan dengan sendirinya akan terperangkap di dalam jaring yang dilingkarkan oleh kapal.

Meskipun terbuat dari kayu, alat navigasi kapal-kapal purse seine Laut Jawa lumayan lengkap. Pastinya kapal ini dilengkapi dengan GPS receiver sebagai penunjuk arah selain kompas. GPS ini juga bisa digunakan untuk menyimpan posisi dan lokasi rumpon yang telah diturunkan pada pelayaran sebelumnya atau untuk menyimpan lokasi daerah penangkapan ikan yang berlimpah (padahal belum tentu ikannya akan tetap ada di situ,..hehehehe). Selain GPS, kapal ini juga dilengkapi dengan fish finder seperti SONAR atau Echosounder. Bahkan beberapa kapal juga dilengkapi dengan Marine Radar. Pastinya kapal yang tumpangi selama penelitian dilengkapi oleh itu semua. Kini setidaknya semua kapal purse seine yang beroperasi di Laut Jawa dilengkapi dengan GPS dan sonar atau echosounder.

Sonar digunakan untuk men-scan lokasi ikan secara horizontal sedangkan echosounder secara vertikal. Penelitian gw tentang fungsi sonar dan pengaruhnya tehadap hasil tangkapan, sedangkan teman sepelayaran gw ngambil fungsi dan pengaruh echosounder. Konyolnya, meski kita selalu bersama dalam 29 hari di laut, data hasil tangkapan yang kita gunakan berbeda. Ini disebabkan oleh data hari ke 17. teman gw berkeyakinan bahwa pada hari itu ada badai sehingga tidak turun jaring dan tidak ada ikan yang ditangkap, sedangkan gw berkeyakinan bahwa operasi penangkapan ikan tetap dilakukan setelah badai reda dan dia tertidur. Hebatnya sampai sekarang kami masih tetap teguh berpegang pada keyakinan masing-masing,hehehehehe.

(Bersambung)

Lihat juga Purse Seine Laut Jawa (Part 3)

http://camartolol.wordpress.com/2009/01/03/purse-seine-laut-jawa-part-3/

Comments
  1. DakPleda says:

    Thanks for the post

  2. elwin says:

    nice, bgs sekali

  3. aji says:

    salam kenal mas.
    saya tertarik dengan kapal purse seine mas.
    kebetulan saya sedang Tugas akhir. jurusan saya desain produk di ITB.
    nah, saya mengambil tema kapal nelayan sebagai objek penelitiannya. karena bergelut di bidang desain produk maka saya diharuskan untuk dapat merancang sebuah kapal dengan tema green(hijau) ramah lingkungan.

    saya ingin menanyakan apakah ada kemungkinan bila mesin kapal nelayan diganti dengan menggunakan tenaga listrik. dengan sumber listrik dari matahari dan ombak. dan apakah mungkin ditambahkan pemakaian layar pada kapal tipe purse seine?

    mohon di balas ke email saya di aji_kusuma_only@yahoo.com
    terima kasih atas perhatiannya.
    dan salam kenal :)

  4. fahnds says:

    buat mas aji kusuma, kalo boleh saya saran proses pembuatan kapal yang paling tidak rumit serta alat tangkapnya adalah kapal purse seine…. karena sekolah saya dulu juga di perikanan…. kebetulan prakteknya di kapal tersebut. ternyata stlh diamati sangat mudah. guru2 saya sebagian besar juga berpendapat seperti itu…. makasih. itu cuma saran

  5. ippei says:

    Terima kasih tas semua komentarnya.

  6. aji kusuma says:

    terima kasih atas masukan dari fahnds.
    ada satu hal lagi yang ingin saya tahu, sebenarnya apa yang dilakukan nelayan ketika datang waktu musim penghujan (atau masa tidak melaut)

    oh ya saya positif untuk mengembangkan kapal nelayan untuk keperluan purse seine namun memakai 2 lambung/katamaran. hal ini berkaitan dengan akan dimanfaatkannya tenaga ombak sebagai tenaga pendorong.

    setelah melihat kapal suntory II, yang dikembangkan di jepang. ternyata tenaga ombak dipakai untuk mendorong kapal. menarik idenya. jadi saya ingin menggambungkan tenaga dorong yang dihasilkan tersebut dengan mesin solar.

    secara sederhana, kapal berjalan selama 5-15 menit untuk melaju dengan mesin solar. lalu secara otomatis mesin kapal akan berhenti dan dilanjutkan dengan ayunan flip dari benturan yang dihasilkan gaya maju kapal dengan ombak. waah susah ngejelasinnya ga pake gambar uy..

    nanti kalo sudah ada sketsanya akan saya kirim…
    trims..

    oh ya kalo ada hal2 unik yang biasa terjadi di atas kapal minta infonya ya..

    hehe
    ganbatte minna!!

  7. angky says:

    salam kenal.

    saya terdampar di sini dan bersyukur dapat pengetahuan baru.
    nice posting.

    thank you.

  8. bayu says:

    mas saya tertarik dengan kapal perikanan. rencana saya ingin ambil pnelitian tentang kapal perikanan.tapi masih lama cz saya msh smester tengah.
    ehm, boleh minta data-data tentang kapal perikanan g mas?

  9. bayu says:

    o y kalo nti data-datanya dkrim email saya y?
    rintisbayu@yahoo.com

    thanx

  10. perahukecil says:

    Bang, sama! Penelitian gw juga purse seine loh. Gw dulu penelitian di batang juga. Rumah gw di wilayah batang, masih satu kabupaten lah.

    Dulu gw penelitian tentang kontruksi purse seine, terutama bagian palka-nya. Ampir sebulan gw nongkrong di galangan situ bang!

  11. putra says:

    mas,,
    utk ke depannya, purse seine itu gmn??
    trus persaingannya dgn alat tangkap yg lain kyk long line, pole n line, atw sm set net gmn??

  12. ippei says:

    @ Perahu kecil :….hehehehe,.sama donk,..PKL saya di galangan kapal ikan rakyat di Kab. Batang, sedangkan skripsi di Laut Jawa

    @ Putra :…persaingan pasti akan tetap ada meskipun kecil. Itu mungkin yang sering dikenal sebagi konflik alat tangkap. Contoh yang paling sering terjadi adalah konflik alat tangkap purse seine dan Tuna Longline. Purse Seine Pelagis Besar ditengari menangkap baby tuna, selain tongkol dan cakalang yang menjadi target operasinya. Akibatnya stok tuna menipis yang akan sangat mempengaruhi hasil tangkapan tuna longline

  13. sugianto says:

    salam kenal saja boss… saya nelayan dari pantai Prigi Trenggalek. terimakasih atas infonya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s