Bagi sebagian orang, kompetisi Indonesia Super League (ISL) sudah selesai. Persipura sudah menjadi juara (selamat ….!!), tapi kompetisi masih berjalan panas bagi 3 tim untuk memperebutkan posisi kedua, demi sebuah tiket ke AFC League (semoga Indonesia masih dapat jatah,.;-P). Saat tulisan ini dibuat, PERSIJA, Arema Indonesia dan Semen Padang masih berdesakan di peringkat 2,3, dan 4 klasemen sementara. Poin dan jumlah pertandingan sisa mereka sama, hanya selisih gol semata yang memisahkan peringkat mereka.
Berdasarkan sisa pertandingan yang ada, Arema Indonesia mempunyai peluang terbesar duduk di singgasana kedua di akhir perhelatan ISL 2011 ini. Mereka ‘hanya’ menghadapi dua tim asal Kalimantan Timur yang sudah tidak punya kepentingan apa-apa lagi di Kanjuruhan (!!!). Bontang FC sudah resmi terdegradasi dan lebih fokus ke pertandingan play-off mereka melawan Persidafon Dafonsoro, sementara Persisam juga sudah tertutup peluangnnya untuk sekedar masuk ke 4 besar. So, masih niat-kah kedua tim asal Borneo timur tersebut untuk ‘benar-benar’ berlaga di Kanjuruhan?
Semen Padang akan menjalani 2 sisa pertandingan mereka dalam tur maut ke Papua. Kedua tim asal Papua ini berhasil memanfaatkan keunggulan geografis mereka dengan melibas semua tamu yang bertandang ke sana. Perjalanan ke ujung timur Indonesia memang sangat menguras tenaga. Sekedar illustrasi, jika kita berangkat dari JKT (Bandara SOETA) jam 22.15 (Jam sepuluh malam), maka kita baru nyampe ke Jayapura keesokkan hari-nya jam 7 pagi. Itu pun kalau pesawatnya nggak delay..:-P. Nah,.gimana kalau perjalanan tersebut dimulai dari Padang?..silahkan dihitung sendiri. Yang jelas, jarak yang harus ditempuh Semen Padang saat bertandang ke Jayapura lebih jauh dan lebih lama (pastinya..:-P) dari pada jarak yang harius ditempuh FC Lyon (Prancis) saat bertandang ke Galatasaray (Turki). Sedangkan perjalanan ke Wamena masih harus dilanjutkan dengan dengan pesawat-pesawat kecil yang dijamin bakal bikin jantung berdegup keras. Selain jalur perjalanan yang melelahkan, tim tamu juga bakal mendapat ‘jamuan’ yang ganas saat bertandang di Stadion Pendidikan Wamena. Mereka harus bermain di lapangan yang berada di 3.500 meter di atas permukaan laut (dpl). Stadion Pendidikan Wamena adalah La Paz-nya Indonesia. Stadion sepakbola yang lebih tinggi daripada Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Merapi…..:-P
Dengan kondisi seperti itu, nggak heran kalau kedua tim asal Papua itu bisa dengan tenang melibas semua tamu mereka yang bertandang. Sehebat apapun, seorang pesepakbola professional tetap membutuhkan waktu recovery yang cukup. Masalahnya, masih niat-kan Persipura dan Persiwa untuk bermain serius dan mempertahankan keangkeran kandang mereka?
Nah, Gimana dengan PERSIJA? Minggu besok (12 Juni 2011) mereka akan bertandang ke Sidoarjo menghadapi ‘lobster-lobster veteran’. Sementara di partai akhir, Macan Kemayoran akan ‘menjamu’ PSPS Pekanbaru (semoga bisa main si SUGBK…Amin). Secara teknis kedua team tersebut bisa ditaklukkan PERSIJA, sehingga nilai maksimal 6 poin bisa diraih. Jika kondisi ini menjadi kenyataan, maka hanya selisih gol semata yang akan menentukan peringkat akhir Macan Kemayoran dan Singo Edan, mengingat head-to-head mereka sama persis (2-1 di SUGBK dan 1-2 di Kanjuruhan). Nah, masalahnya, masih niat-kah punggawa Mcan Kemayoran berjuang sampai penghabisan?……and the last but not least,..masih niat-kah para wasit untuk ‘mengerjai’ PERSIJA?
